“Keberkelanjutan dari pemanfaatan EBT ini tidak terlepas dari kedisiplinan tinggi para teknisi kami berjumlah tujuh orang dalam menjalankan sistem pemeliharaan secara ketat dan rutin,” ujar Patah.
Dengan pola pemanfaatan tersebut, Bandara Kalimarau memperlihatkan bahwa fasilitas transportasi publik dapat bergerak menuju layanan yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan adaptif terhadap kebutuhan energi masa depan.
Baca Juga:
Darmawan Prasodjo Tetap Pimpin PLN, RUPS 2026 Perkuat Struktur Direksi Perseroan
Model pengelolaan PLTS seperti di Bandara Kalimarau juga membuka peluang replikasi di fasilitas publik lain, terutama kawasan yang memiliki ruang terbuka luas dan kebutuhan listrik besar pada siang hari.
Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa transisi energi dapat dimulai dari pemanfaatan ruang yang selama ini belum dipandang sebagai bagian dari sistem produksi energi.
[Redaktur: Sandy]