WAHANANEWS.NET - Bandara Kalimarau di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kini bukan hanya menjadi simpul transportasi udara, tetapi juga etalase energi hijau lewat pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas besar.
Kepala Badan Layanan Umum Unit Penyelenggara Bandar Udara (BLU UPBU) Kalimarau, Patah Atabri, mengatakan PLTS tersebut dimanfaatkan untuk menopang kebutuhan layanan terminal penumpang dan memperkuat sistem kelistrikan bandara pada Kamis (18/06/2026).
Baca Juga:
Darmawan Prasodjo Tetap Pimpin PLN, RUPS 2026 Perkuat Struktur Direksi Perseroan
“Selain berfungsi sebagai penyuplai catu daya listrik cadangan (back-up) dari PLN, infrastruktur PLTS ini juga digunakan sebagai atap di area parkiran mobil,” kata Patah Atabri.
Pemanfaatan panel surya di bandara kebanggaan masyarakat Berau itu menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda transisi energi yang terus didorong pemerintah pusat.
Bandara Kalimarau dinilai menjadi salah satu pionir pengelolaan Energi Baru Terbarukan atau EBT pada fasilitas publik bandara di Indonesia melalui sistem PLTS on-grid yang terhubung langsung dengan jaringan listrik negara.
Baca Juga:
Bandara Kalimarau Berau Jadi Etalase Energi Hijau Lewat PLTS 495 KWP
Keberadaan energi surya tersebut turut memberi dampak penting bagi operasional bandara karena membantu menjaga pasokan daya untuk peralatan navigasi penerbangan dan fasilitas pendukung penumpang.
Patah menjelaskan bahwa konsep pemasangan panel surya di area parkir dipilih agar lahan terbuka bandara dapat memberikan manfaat lebih besar bagi kebutuhan operasional.
“Pemasangan modul fotovoltaik sebagai atap pelindung kendaraan merupakan sebuah langkah kami dalam memaksimalkan pemanfaatan lahan terbuka agar tidak sekadar menyerap panas matahari secara percuma,” jelasnya.