Berdasarkan data teknis kelistrikan bandara, fasilitas PLTS di UPBU Kalimarau memiliki total kapasitas terpasang mencapai 495 Kilo Watt Peak atau KWP.
Kapasitas tersebut membuat sistem energi surya di Bandara Kalimarau tergolong besar untuk ukuran fasilitas publik bandara daerah.
Baca Juga:
Darmawan Prasodjo Tetap Pimpin PLN, RUPS 2026 Perkuat Struktur Direksi Perseroan
“Panel-panel surya tersebut tidak diletakkan pada atap gedung terminal penumpang, melainkan disebar untuk menutupi area atap parkir dan sisi samping perkantoran,” ungkap Patah.
Penempatan panel surya di area parkir dan sekitar perkantoran membuat fungsi infrastruktur tersebut tidak hanya menghasilkan energi listrik, tetapi juga memberi perlindungan bagi kendaraan dari paparan panas matahari.
Menurut Patah, dampak efisiensi dari integrasi sistem kelistrikan ramah lingkungan itu mulai terasa dalam aktivitas operasional bandara, khususnya pada siang hari ketika intensitas matahari berada pada titik optimal.
Baca Juga:
Bandara Kalimarau Berau Jadi Etalase Energi Hijau Lewat PLTS 495 KWP
Pengoperasian PLTS tersebut membuat manajemen bandara mampu menekan beban listrik harian dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan daya dari PLN pada jam-jam tertentu.
Meski demikian, jaringan PLN tetap menjadi bagian penting dalam sistem kelistrikan bandara karena PLTS yang digunakan bersifat on-grid dan bekerja terintegrasi dengan sistem listrik negara.
Patah menyebut keberlanjutan pemanfaatan EBT di Bandara Kalimarau juga sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia teknis yang bertugas menjaga performa sistem.