Intinya pihak ibu calon pengantin perempuan tidak lagi berniat menggagalkan pemberkatan.
Akan tetapi, pada hari pernikahan 29 Januaru 2022 pukul 08 pagi pihak keluarga calon pengantin perempuan sudah hadir di depan Gereja HKBP Tanjung Mulia.
Baca Juga:
Miras Jadi Pemicu Kerusuhan di Acara Syukuran Bupati-Wakil Bupati Jayawijaya
Ibu pengantin perempuan bersama ayah tirinya itu pun dinilai membuat kericuhan.
"Ibu pengantin itu datang bersama Simanjuntak dengan maksud membuat rusuh acara pemberkatan itu dan makin dekat acara pemberkatan maka semakin banyaklah orang yang berdatangan. Pada intinya yang buat ribut itu adalah ibu mempelai wanita dan rombongannya," ujar Siregar.
Menurut Siregar, Ema yang merupakan ibu mempelai perempuan ini dari awal sudah berniat menggagalkan atau mengacaukan pemberkatan.
Baca Juga:
Terdakwa Kasus Kerusuhan PT SAE Dituntut 4 Tahun Penjara, Korban Tidak Puas
"Dan sudah sengaja mau mempermalukan pihak Gereja. Hal ini dapat kita lihat dengn sengaja membuat Skenario video viral di Sosmed, an pada saat direkam kelihatanlah gaya memaki, menjelek-jelekkan gereja, dan berteriak dengan dalih mau menemui borunya memberi ucapan selamat," jelas Siregar.
Merespon hal itu, pihak gereja dan pihak keluarga mempelai laki-laki maupun keluarga besar Nainggolan tidak mengijinkan.
Karena Ema diketahui niat awalnya hendak membuat kacau acara tersebut.