- Future-Ready Creator with ChatGPT bersama Daud Kurnia, Founder of Negeri AI | AI Explorer
- Bridging the Gap Between Teachers and Students with AI bersama Miklos Sunario | Co-Founder of Edubeyond
Baca Juga:
12 Tahun Bersekolah tapi Tak Bisa Membaca, Aleysha Ortiz Gugat Sekolahnya
- AI in Education: the Promise and the Perils bersama Ketut Yoga Yudistira, Co-Founder of Kok Bisa
Pada tiap sesinya, peserta terlihat aktif bertanya kepada pembicara. Melalui formulir survei yang disebarkan dan diisi oleh peserta, dari skala satu hingga lima, nilai yang dihasilkan adalah 4,7. Dan komentar-komentar dari para peserta di bawah ini juga menunjukkan tanggapan yang positif.
“Acara ini bagus untuk pendidik, dalam rangka mempersiapkan anak didik menghadapi masa depan,” tulis Toar Sumakul dari Universitas Kristen Satya Wacana, dalam formulir survei.
Baca Juga:
Walikota Bandung Tekankan Pentingnya Pendidikan untuk Hadirkan Generasi Amanah
“Saya telah mengajar selama hampir 30 tahun, tetapi ternyata masih banyak yang tidak saya ketahui. Banyak pengetahuan yang disampaikan di IFLS menjadi hal yang sangat perlu untuk diketahui, dipahami, dan diimplementasikan dalam proses pendidikan. Hal ini harus saya viruskan kepada rekan guru atau kepala sekolah lainnya, agar ke depannya mereka hadir dalam IFLS,” tulis Wiwin Winidiati dari SMP Negeri 2 Cimahi.
“Unconference yang sangat efektif tentang future learning dalam perkembangan dunia pendidikan,” tulis Eka Kurniasih dari Global Prestasi School.
“New things. Jawaban-jawaban yang tidak bisa didapatkan dari AI ataupun googling,” tulis Zulchaidir Ashary dari Pena Enterprise.