Bahlil menyebut masih terdapat selisih kebutuhan batu bara PLN yang belum masuk kontrak.
“Artinya dari total kebutuhan PLN 154 juta yang sudah dikontrak 134 berarti kan tinggal kurang 20 yang belum dikontrakkan,” ujarnya.
Baca Juga:
Panggil Menteri ESDM, Presiden Prabowo Bahas Ketahanan Energi dan Hilirisasi, Pastikan BBM Subsidi serta LPG Tetap Stabil
Persoalan selisih kontrak itu menjadi salah satu alasan rapat panjang bersama PLN dilakukan.
Bahlil mengatakan rapat tersebut juga digelar untuk menyamakan data dan menghindari perbedaan tafsir dalam pengadaan energi primer.
“Empat hari lalu saya memimpin rapat dengan Pak Darmo dan Direksi PLN kurang lebih sekitar 5 setengah jam untuk melakukan rekonfirmasi agar tidak terjadi persepsi ataupun diformasi yang terjadi multiinterpretasi,” sambungnya.
Baca Juga:
Soal Royalti-Harga Nikel RI Diprotes Kadin China, Bahlil Angkat Suara
Bahlil mengakui PLN membutuhkan batu bara berkalori medium untuk mendukung operasional pembangkit listrik.
Jenis batu bara tersebut dinilai memiliki kualitas lebih baik untuk kebutuhan pembangkit.
Namun, Bahlil menyebut ketersediaan batu bara berkalori medium semakin terbatas.