Setelah Prabowo, ada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan 4,67 persen.
"Selanjutnya Puan Maharani 4,58 persen, Andika Perkasa 3,92 persen, La Nyala Matalitti 3,83 persen, Muhaimin Iskandar 3,25 persen, Khofiffah Indar Parawansa 2,83 persen, Erick Thorir 2,83 persen, Salim Segaf Al Jufri 2,25 persen serta Zulkifli Hasan 1,67 persen," kata Herry, dalam keterangannya, Jumat (10/12/2021).
Baca Juga:
Pemohon Uji Materi UU Pemilu Desak Percepatan Pelantikan Presiden Terpilih
Menurut dia, dalam survei itu, responden yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 7,67 persen.
Ia menyampaikan penilaian kandidat capres ini mencakup integritas, kepemimpinan, kinerja, inovasi, transparansi, akuntabilitas, popularitas serta kepercayaan publik.
Survei CISA dilakukan pada 1-7 Desember 2021 dengan melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi. Dalam survei ini, simulasi dilakukan terhadap 15 kandidat capres. Metode penarikan sampel dalam survei ini menggunakan simple random sampling. Pun, margin of error-nya mencapai 2,85 persen dengan tingkat kepercayaan pada 95 persen.
Baca Juga:
Mahfud MD: Saya Lebih Baik dari Prabowo-Gibran, tetapi Rakyat Lebih Percaya Mereka
Survei CISA sebelumnya juga merilis tingkat keterpilihan untuk partai politik atau parpol jelang Pemilu Legislatif (Pileg) 2024.
Menurut Herry, responden diajukan pertanyaan jika Pileg 2024 dilakukan saat ini maka pilihan terbanyak ada di PDI Perjuangan (PDIP) dengan 24,92.
Dia bilang, pencapaian Partai Demokrat cukup signifikan diurutan kedua dengan 18,83 persen. Di bawah Demokrat ada Golkar yang mendapatkan 13,09 persen. Kemudian, Gerindra di urutan empat dengan 10,5 persen.