5. Sudah menyebar ke Eropa: Varina omicron membuat negara-negara di benua Eropa langsung siaga, setelah ada kasus yang terdeteksi di Inggris, Jerman, dan Italia. Sebelumnya, pada Jumat 26 November sudah ada kasus yang ditemukan di Belgia.
6. Pembatasan traveling: Sudah menyebar ke beberapa negara di Eropa, Uni Eropa langsung bergerak cepat dengan melakukan pembatasan perjalanan. Per Jumat 26 November kemarin, Uni Eropa memutuskan untuk membatasi perjalanan ke dan dari tujuh negara di Afrika Selatan yakni Botswana, Eswatini, Lesotho, Mozambik, Namibia, Afrika Selatan dan Zimbabwe.
Baca Juga:
Jaksa Agung: Pengoplosan Pertamax di Masa Pandemi Bisa Berujung Hukuman Mati
7. Menyebar ke Asia: Tak hanya Eropa, varian omicron juga sudah ditemukan di Hong Kong. Padahal selama ini, Hong Kong punya persyaratan boarding dan karantina paling ketat untuk para pelaku perjalanan yang datang dari negara-negara Afrika Selatan.
8. Gejala tak biasa: Dr. Angelique Coetzee, dokter di Afrika Selatan yang pertama kali melaporkan varian ini ke otoritas berwenang tentang keberadaan virus varian omicron ini menyebutkan varian B.1.1.529 ini punya gejala yang sangat berbeda dan sangat ringan, jika dibandingkan dari yang pernah ia tangani sebelumnya.
Ia menyebutkan, varian omicron memiliki gejala seperti badan terasa tidak enak selama satu atau dua hari, nyeri otot serta kelelahan. Berbeda dengan gejala khas Covid-19, gejala khas seperti hilangnya kemampuan indera penciuman dan kehilangan rasa tidak ditemukan pada varian omicron.
Baca Juga:
Kejagung Didesak Tetapkan Mantan Bupati Samosir Tersangka Dugaan Korupsi Dana Covid
9. Konfirmasi kasus: Sejauh ini, hingga berita ini ditulis, dilihat dari tracking yang dilaporkan BNO News, sudah ada total 113 kasus omicron terkonfirmasi yang tersebar di Afrika Selatan, Bostwana, Inggris, Hong Kong, Italia, Israel, Belgia, dan Republik Ceko. [Tio]