"Itu solusi jangka pendek,"tandasnya.
Adapun solusi jangka panjangnya dengan menahan aliran air dari Pegunungan Kendeng tidak memasuki lahan pertanian. Langkah tersebut dilakukan dengan membuat saluran baru di sisi timur atau barat Desa Wonosoco.
Baca Juga:
Pejuang Kebersihan Remaja Kudus Jadi Sorotan di Tradisi Pasar Dandangan Ramadhan
"Melalui saluran tersebut, aliran diarahkan ke sekunder Prawoto,"tandasnya.
Terpisah, Kepala Desa Wonosoco, Setiyo Budi memperhitungkan kerugian yang diderita petani akibat kejadian ini mencapai Rp5 juta perhektar. Kerugian itu dihitung dari biaya olah tanam dan pemupukan.
"Luas lahan yang tergenang ada sekitar 200 hektar. Tinggal dikalikan saja, ya ratusan juga kerugiannya," katanya.
Baca Juga:
Tim Pemantau Kepatuhan di Kudus Fokus Awasi 40 Perusahaan Skala Menengah Kecil
Menyikapi permasalahan tahunan ini, Budi hanya bisa berharap Pemerintah Kabupaten Kudus bisa melakukan penanganan serius terhadap permasalahan yang dihadapi warganya. Baik ancaman banjir bandang maupun sawah tergenang ini. [Tio]