Kolaborasi itu tidak hanya akan meningkatkan kemampuan alat medis, tetapi, juga fokus pada peningkatan kapasitas dan pertukaran pengetahuan untuk mendukung pertumbuhan Kedokteran Nuklir di Indonesia.
"Kami sangat senang dengan komponen pendidikan dari kolaborasi ini. Melalui program pelatihan dan lokakarya khusus, para profesional kesehatan di RS Kanker Dharmais akan memiliki kesempatan untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan mereka di bidang theranostics.” ucap Direktur RS Kanker Dharmais dr. R. Soeko Werdi Nindito.
Baca Juga:
Awali Era Baru AI Screen, Samsung Luncurkan Neo QLED, MICRO LED, OLED dan Layar Lifestyle di CES 2024
Direktur RS Hasan Sadikin Dr. dr. Jimmy Panelewen, menambahkan kolaborasi itu tidak hanya akan menguntungkan tim internal RSHS, tetapi, juga akan berkontribusi dalam meningkatkan standar keseluruhan praktisi kesehatan di Indonesia.
Sementara itu, kerja sama Siemens Healthineers dengan RS Pusat Kardiovaskular Nasional Harapan Kita berfokus pada konsep Digital Twin, yang bertujuan membuat replika pasien untuk deteksi dini, perencanaan perawatan yang dipersonalisasikan, prediksi risiko dan simulasi skenario.
Dengan melakukan pendekatan multidisiplin yang terdiri dari para ahli klinis dan teknis, Siemens Healthineers berupaya untuk lebih memahami penyakit kardiovaskular secara spesifik di Indonesia dan mengidentifikasi pendekatan Digital Twins yang memiliki kegunaan klinis yang tinggi.
Baca Juga:
Kemenkominfo Bangun 4.990 BTS 4G di 3T dalam 4 Bulan
“Dalam keselarasan antara inovasi dan keunggulan layanan kesehatan, kemitraan RS Pusat Kardiovaskular Harapan Kita dengan Siemens Healthineers akan mengatur kemajuan yang transformatif. Bersama-sama kami mendefinisikan kembali masa depan perawatan kardiovaskular melalui keahlian konsep Digital Twins," ujar Direktur Pusat Kardiovaskular Nasional RS Harapan Kita Dr. dr. Iwan Dakota SpJP (K).
Sementara dalam menyikapi permasalahan yang mendesak dalam perawatan stroke di Indonesia, Siemens Healthineers akan berkolaborasi dengan RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono (RS PON) untuk mengembangkan Mobile Stroke Unit.
Mobile Stroke yang dilengkapi dengan CT diagnostik itu akan memberikan perawatan stroke pra-rumah sakit pada waktu yang penting. Selain itu, One Stop Stroke Solution (OSSS) akan dibangun untuk mengurangi waktu door-to-reperfusion dan memastikan pengobatan yang cepat dan efektif bagi pasien stroke.