Namun dorongan listrik di Jaguar adalah bagian dari strategi 'Reimagine' merek yang diumumkan sebelumnya.
Strategi tersebut memerlukan setidaknya kehadiran sebanyak dua unit crossover listrik dan coupe dua pintu dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga:
Pj. Bupati Tapteng Luncurkan Pembayaran Pajak Digital untuk Meningkatkan Pendapatan Daerah
Selain itu untuk Jaguar Land Rover juga mengonfirmasi bahwa mereka sedang mencari pengurangan sekitar 2.000 pekerjaan.
Hal ini dilakukan pihak pabrikan Jaguar untuk bersaing di pasar segmen EV melawan para pesaing merk premium lainnya. Terutama yang menjadi pemimpin atas pasar EV yakni Tesla.
Sementara Volkswagen sedang bermain keras untuk mengejar ketinggalan sementara Ford dan GM berada dalam perebutan tempat ketiga. Lalu ada merek-merek mewah Jerman, Hyundai, Toyota, dan Volvo, semuanya memburu untuk menghadirkan unit listrik lebih banyak untuk komersial.
Baca Juga:
KPU Karo Luncurkan Tahapan Pilkada 2024: Maskot dan Jingle Baru, Bupati Tegaskan Persatuan
Setidaknya, Jaguar menempatkan semua upayanya ke dalam tantangan yang lebih tangguh di ruang EV dan mungkin akan mengandalkan model ICE alias bensin saat ini.
Hal itu dilakukan untuk membantunya berlayar selama beberapa tahun ke depan hingga pada akhirnya telah siap untuk mengepakan sayap di ruang EV. [Tio]