Ketua Satgas Kaltana Kaluku Bodoa, Hanna, menyampaikan bahwa dukungan yang diberikan PLN UIP Sulawesi membantu meningkatkan kesiapan Satgas dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat, khususnya ketika menghadapi kondisi darurat.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada PLN UIP Sulawesi atas segala bentuk bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama untuk menunjang kesiapsiagaan Satgas Kaltana dalam menghadapi kondisi darurat. Dengan adanya sarana dan perlengkapan ini, kami menjadi lebih siap untuk membantu masyarakat ketika sewaktu-waktu terjadi kekeringan maupun kebakaran,” ujar Hanna.
Baca Juga:
RTH Pasirwangi Diresmikan, 2.000 Pohon Dukung Mitigasi Bencana di Bandung
Penguatan kesiapsiagaan juga dilakukan melalui pelatihan mitigasi kekeringan dan kebakaran, pelatihan kader perempuan siaga bencana, pelatihan penggunaan APAR, P3K dan evakuasi mandiri, serta edukasi keselamatan kelistrikan rumah tangga dan pencegahan kebakaran. Rangkaian pelatihan tersebut membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengenali potensi bahaya serta melakukan respons awal secara tepat.
Selain peningkatan kapasitas, masyarakat juga didorong berperan aktif menjaga lingkungan melalui aksi bersih lingkungan, identifikasi titik rawan kebakaran, serta kampanye hemat air dan pencegahan kebakaran. Upaya ini diharapkan membangun kesadaran bersama bahwa mitigasi bencana tidak hanya menjadi tugas Satgas Kaltana, tetapi juga bagian dari peran masyarakat sehari-hari.
Melalui Program Desa Siaga Bencana, PLN UIP Sulawesi berharap Kaltana Kaluku Bodoa semakin mampu menjadi garda terdepan dalam mencegah dan merespons risiko kekeringan maupun kebakaran. Program ini sekaligus menjadi wujud komitmen PLN dalam mendukung ketahanan masyarakat dan menciptakan lingkungan yang lebih tangguh menghadapi kondisi darurat.
Baca Juga:
PLN UIP Sulawesi Dukung Warga Kaluku Bodoa Hadapi Musim Kemarau dengan Sarana Air Bersih
[Amel Silaban]