WAHANANEWS.NET, JAKARTA — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, dalam menghadapi risiko kekeringan dan kebakaran melalui Program Desa Siaga Bencana “Mitigasi Risiko Kekeringan dan Kebakaran Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) Kaluku Bodoa”, Rabu (9/9).
Program ini mendorong peningkatan kapasitas masyarakat dan Satgas Kaltana agar lebih siap melakukan pencegahan serta merespons kondisi darurat di lingkungan permukiman. Penguatan kesiapsiagaan tersebut menjadi penting mengingat Kaluku Bodoa memiliki kerentanan terhadap krisis air saat musim kemarau berkepanjangan serta potensi kebakaran di kawasan permukiman.
Baca Juga:
Pemkab Jeneponto Dukung Legalisasi 69 Tapak Tower SUTT 150 kV Punagaya–Bantaeng
Untuk mendukung kesiapan menghadapi kekeringan, PLN UIP Sulawesi memberikan dukungan berupa renovasi Posko Siaga Bencana serta penguatan sarana penyediaan dan distribusi air bersih melalui pengeboran sumur, pompa air, dan tandon air.
Sementara untuk menghadapi risiko kebakaran dan kondisi darurat, PLN memberikan dukungan berupa Alat Pemadam Api Ringan (APAR), fire blanket, perlengkapan P3K, sarana komunikasi dan penerangan darurat, serta rambu jalur evakuasi dan titik kumpul. PLN juga mendukung penyediaan Tas Siaga Aktif serta perlengkapan bagi Satgas dan kader Kaltana.
Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP Sulawesi, Henry Donald Silaen, mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya PLN membantu masyarakat membangun kesiapsiagaan yang dapat diterapkan secara nyata di lingkungan tempat tinggal.
Baca Juga:
Jelang HUT ke-81 RI, PLN UIP Sulawesi Perkuat Desa Siaga Bencana Hadapi Kekeringan di Makassar
“Seperti yang kita ketahui bersama, saat ini kondisi kemarau berkepanjangan. Di sini kami berupaya memberikan dukungan kepada masyarakat, baik berupa sarana prasarana, pelatihan, maupun dukungan lainnya melalui Program Desa Siaga Bencana. Semoga dengan adanya bantuan ini, masyarakat, khususnya tim Kaltana, bisa semakin siaga dalam menghadapi berbagai risiko yang bisa saja terjadi,” ujar Donald.
Kepala BPBD Kota Makassar, Dr. Muhammad Fadli, S.E., M.M., mengapresiasi dukungan PLN UIP Sulawesi yang dinilai turut memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di Kelurahan Kaluku Bodoa.
“Di kondisi seperti sekarang ini, PLN tidak henti-hentinya memberikan dukungan kepada masyarakat berupa kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di Kelurahan Kaluku Bodoa. Ini bukan kali pertama PLN mengulurkan tangan seperti ini. Tahun-tahun sebelumnya PLN juga sering berkoordinasi dengan kami terkait daerah-daerah yang kiranya membutuhkan bantuan. Terima kasih PLN UIP Sulawesi,” tutur Fadli.
Ketua Satgas Kaltana Kaluku Bodoa, Hanna, menyampaikan bahwa dukungan yang diberikan PLN UIP Sulawesi membantu meningkatkan kesiapan Satgas dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat, khususnya ketika menghadapi kondisi darurat.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada PLN UIP Sulawesi atas segala bentuk bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama untuk menunjang kesiapsiagaan Satgas Kaltana dalam menghadapi kondisi darurat. Dengan adanya sarana dan perlengkapan ini, kami menjadi lebih siap untuk membantu masyarakat ketika sewaktu-waktu terjadi kekeringan maupun kebakaran,” ujar Hanna.
Penguatan kesiapsiagaan juga dilakukan melalui pelatihan mitigasi kekeringan dan kebakaran, pelatihan kader perempuan siaga bencana, pelatihan penggunaan APAR, P3K dan evakuasi mandiri, serta edukasi keselamatan kelistrikan rumah tangga dan pencegahan kebakaran. Rangkaian pelatihan tersebut membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengenali potensi bahaya serta melakukan respons awal secara tepat.
Selain peningkatan kapasitas, masyarakat juga didorong berperan aktif menjaga lingkungan melalui aksi bersih lingkungan, identifikasi titik rawan kebakaran, serta kampanye hemat air dan pencegahan kebakaran. Upaya ini diharapkan membangun kesadaran bersama bahwa mitigasi bencana tidak hanya menjadi tugas Satgas Kaltana, tetapi juga bagian dari peran masyarakat sehari-hari.
Melalui Program Desa Siaga Bencana, PLN UIP Sulawesi berharap Kaltana Kaluku Bodoa semakin mampu menjadi garda terdepan dalam mencegah dan merespons risiko kekeringan maupun kebakaran. Program ini sekaligus menjadi wujud komitmen PLN dalam mendukung ketahanan masyarakat dan menciptakan lingkungan yang lebih tangguh menghadapi kondisi darurat.
[Amel Silaban]