"TikTok telah mengubah budaya konsumsi K-pop. Kontennya sangat kreatif dan membuat penggemar K-pop di berbagai belahan dunia tidak hanya menikmati K-pop. Mereka juga terlibat lebih jauh dengan membuat konten," ujar Jay Bae.
Dari semua negara, Rusia menjadi negara dengan pertumbuhan pasar K-Pop terbesar di TikTok dengan kenaikan mencapai 353%.
Baca Juga:
Amazon Ajukan Tawaran Beli TikTok, ByteDance Belum Menanggapi
Dia menjelaskan platform TikTok yang memudahkan dalam membuat konten berperan besar dalam peningkatan pengguna maupun pembuat konten K-Pop.
"Orang dengan mudah membuat video dan menyebarkannya ke yang lain melalui TikTok," ujarnya dikutip dari Katadata.
TikTok juga berperan besar dalam mencipatkan budaya fandom baru. Tidak hanya sekadar mengapresasi karya penyanyi K-Pop, TikTok memungkinkan penggemar K-Pop membuat cover dance atau konten.
Baca Juga:
Jelang Tenggat TikTok Kena Banned 5 April, Trump Buka Suara
Penggunaan Tiktok sebagai media promosi K-Pop sudah mulai sejak 2019. Adalah Zico dengan "Any Song" yang mengawali kesuksesan promosi tersebut.
Video dance cover Zico menjadi viral pada masanya dan melahirkan konten yang serupa di kemudian hari. Hingga kini, BTS masih menjadi idol K-Pop dengan jumlah follower terbanyak di TikTok disusul dengan girl group STAYC.
Tidak hanya video konten K-Pop, TikTok juga mencatat konten jualan produk kecantikan dan kuliner di Indonesia meningkat hingga lima kali lipat pada tahun ini.