Mei ini, China juga meluncurkan kebijakan tiga anak baru, mencabut larangan sebelumnya untuk memiliki lebih dari dua anak per pasangan. Pada 2016, pemerintah China sempat membalikkan kebijakan satu anak, yang diterapkan pada 1979 untuk menekan ledakan populasi negara itu.
Pergeseran penting dalam kebijakan kependudukan China tahun ini terjadi setelah laporan bahwa negara itu mencatat tingkat pertumbuhan populasi paling lambat sejak 1950-an.
Baca Juga:
Jelang Tenggat TikTok Kena Banned 5 April, Trump Buka Suara
Angka-angka ini terungkap dalam sensus penduduk sekali dalam satu dekade, yang mencatat bahwa tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata penduduk Cina turun menjadi 0,53% selama sepuluh tahun terakhir, turun dari 0,57% antara tahun 2000 dan 2010.
Namun, kebijakan tiga anak tidak mungkin berhasil. Banyak anak muda mengatakan Mereka tingginya biaya membesarkan anak-anak, apalagi dengan dengan gaya hidup "9-9-6" yang serba cepat.
Gaya hidup "9-9-6" di mana orang bekerja 12 jam sehari dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam, enam hari seminggu. Inilah yang dapat menghalangi orang untuk memulai membina keluarga mereka sendiri.
Baca Juga:
Masyarakat Diminta Waspada, Penipuan Modus Fake BTS Jelang Mudik Sedang Marak
Total populasi China masih mencapai 1,41 miliar orang. Data melaporkan bahwa mereka meleset dari target yang ditetapkan pada 2016 untuk mencapai 1,42 miliar orang pada 2020. [nik]