"Ini sering sekali dilupakan, karena takut dengan situasi pandemi ini, maka vaksin-vaksin rutin itu juga terlupakan. Akibatnya ada laporan muncul kembali penyakit-penyakit yang sudah terkendali dengan cakupan vaksin tinggi seperti difteri, campak, rubella," ungkapnya.
Selanjutnya, Piprim mengatakan, orangtua juga harus mencegah anak menjadi pengidap komorbid akibat gaya hidup yang salah.
Baca Juga:
Kenali Perbedaan Varian Covid EG.5, Delta dan Omicron
"Banyak sekali laporan anak-anak yang menjadi obes pada saat pandemi ini. Padahal obesitas adalah komorbid yang penting yang bisa membuat Covid-19 menjadi fatal," tuturnya.
"Karena saking sayangnya dengan anak, anaknya sedang sekolah PJJ diberi snack makan tanpa henti, akibatnya berat badannya naik 10-20 kg. Anak yang tadinya sehat menjadi pengidap komorbid karena perlakuan salah dari para orangtuanya," sambung dia.
Sementara untuk bayi yang lahir dari ibu yang positif Covid-19, namun sang ibu hanya bergejala ringan atau tanpa gejala (OTG) dan bayinya dalam kondisi sehat, Piprim memastikan ibu boleh memberikan ASI pada bayi.
Baca Juga:
Muncul Varian Covid-19 di Denmark dan Inggris, Masyarakat Diminta Waspada
Namun, harus tetap mengikuti panduan petugas.
"Terakhir saya tegaskan lagi pada orangtua jangan panik, namun tetap waspada dan disiplin. Tugas pelayanan kesehatan adalah 3T (testing, tracing, treatment) sedangkan tugas masyarakat adalah 5M plus vaksinasi," kata dia.
Hal yang tidak kalah penting menurut Piprim adalah cegah anak ke luar rumah dan sebisa mungkin menghindari kerumunan.