“Kalau ditotal memang ada 59 orang yang katanya sudah dibaiat. Saat saya cek satu persatu, banyaknya tidak tahu apa-apa. Jadi kayak dicatut saja namanya,” ungkapnya.
Suherman menyebut bahwa dengan adanya kejadian tersebut pihaknya bekerjasama dengan Kodim 0611 dan Polres Garut juga Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Garut untuk memulihkan anak-anak yang sempat terpapar NII.
Baca Juga:
Sisi Kelam AI Diungkap Polisi Inggiris, Untuk Penipuan hingga Pelecehan Seksual
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Garut, Wahyudijaya mengaku bahwa pihaknya saat ini sedang menyikapi adanya penyebaran NII di wilayah Kecamatan Garut Kota.
"Mereka terindikasi menggosipkan pemerintah itu sebagai thogut. Mereka juga tidak mau kembali kepada orang tuanya. Kami saat ini tengah menyusun strategi menyikapi hal tersebut dengan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk membahas masalah ini. Kita masih mapping. Saya kira kalau berbicara bahaya, ini tentunya berpotensi bahaya," katanya. [nik]