Pihak berwenang juga meminta pelancong yang kembali dari daerah yang terkena dampak harus segera berkonsultasi dengan dokter jika gejalanya berkembang, dan memberi tahu dokter tentang riwayat perjalanan mereka untuk diagnosis segera dan pengobatan penyakit potensial.
"Penting untuk memberi tahu dokter jika mereka telah melihat unggas hidup selama perjalanan, yang mungkin menyiratkan kemungkinan paparan lingkungan yang terkontaminasi. Ini akan memungkinkan dokter untuk menilai kemungkinan flu burung dan mengatur investigasi yang diperlukan dan pengobatan yang tepat secara tepat waktu." Seperti dilansir dari WahanaNews.co.
Baca Juga:
Jelang Tenggat TikTok Kena Banned 5 April, Trump Buka Suara
Walaupun demikian, tidak ada pengumuman resmi dari otoritas kesehatan China terkait penyakit ini.
Bulan lalu, penelitian yang diterbitkan oleh Pusat Pengendalian Penyakit China mengidentifikasi beberapa mutasi virus dalam dua kasus flu burung H5N6 yang terjadi baru-baru ini.
"Meningkatnya keragaman genetik dan distribusi geografis H5N6 menimbulkan ancaman serius bagi industri unggas dan kesehatan manusia," kata para peneliti.
Baca Juga:
Masyarakat Diminta Waspada, Penipuan Modus Fake BTS Jelang Mudik Sedang Marak
"Tren peningkatan infeksi virus flu burung pada manusia telah menjadi masalah kesehatan masyarakat penting yang tidak dapat diabaikan."
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada September lalu menyatakan bahwa peningkatan pengawasan akan virus ini diperlukan untuk memahami bahayanya dan penyebarannya dalam manusia.
Pihaknya juga menyampaikan virus H5N6 masih memiliki risiko penyebaran yang rendah di kalangan masyarakat.