Pusat Jurnalisme Investigasi Payk yang berbasis di Afghanistan mengatakan bahwa sumbernya telah mengkonfirmasi bahwa Mahjabin "dipenggal oleh Taliban di Kabul".
Pelatihnya mengatakan bahwa kematian gadis pemain voli itu baru sekarang dilaporkan karena Taliban mengancam keluarga gadis itu untuk tidak memberi tahu siapa pun tentang apa yang telah terjadi.
Baca Juga:
Taliban Tolak Serahkan Bagram, Trump Ancam Afghanistan dengan “Hal Buruk”
Namun setelah foto jasad Mahjabin Hakimi beredar di internet, pelatih tersebut berpikir ini adalah waktunya untuk angkat suara.
"Semua pemain tim voli dan atlet wanita (di Afghanistan) dalam situasi yang buruk, diliputi rasa putus asa dan ketakutan," ujarnya.
"Semua orang terpaksa melarikan diri dan tinggal di tempat yang tidak diketahui," lanjutnya. Seperti dilansir dari WahanaNews.co, Sabut, 23/10/21.
Baca Juga:
Trump Gegerkan Dunia dengan Ambisi Rebut Pangkalan Bagram Afghanistan
Mahjabin Hakimi bermain voli untuk klub Kabul sebelum Taliban merebut kekuasaan dari pemerintah Afghanistan yang didukung AS pada akhir Agustus.
Pelatih itu mengatakan bahwa hanya ada 2 anggota tim pemain voli yang berhasil melarikan diri dari Afghanistan sebelum Taliban berhasil mengambil alih.
Sisanya sekarang bersembunyi dalam ketakutan tentang nasib mereka.