"PLN harus sehat secara finansial tanpa kehilangan orientasi pelayanan publik, karena perusahaan yang kuat akan memiliki kemampuan lebih besar untuk menghadirkan listrik berkualitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat," tegasnya.
PLN Harus Menjadi Penggerak Kemandirian Energi Nasional
Baca Juga:
PLN Watch Minta Pemerintah dan Seluruh Stakeholder Beri Dukungan Penuh pada Dirut PLN Baru
Tohom yang juga Ketua Umum DPP Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran dan Sekretaris LBH Advokasi Peduli Bangsa ini berpandangan bahwa kepemimpinan Suroso idealnya bisa menjadikan PLN sebagai perusahaan energi modern yang mampu mengantisipasi perubahan kebutuhan listrik nasional.
Menurutnya, pengembangan energi baru terbarukan, pemanfaatan sumber energi domestik, penguatan jaringan antardaerah, dan peningkatan efisiensi pembangkitan perlu dilaksanakan melalui perencanaan yang matang.
Ia menilai agenda transisi energi harus dijalankan secara realistis dengan mempertimbangkan keandalan sistem, kesiapan teknologi, kemampuan investasi, dan keterjangkauan tarif bagi masyarakat.
Baca Juga:
PLN Watch Minta Semua Stakeholder dan Pemerintah Dukung Dirut PLN yang Baru
Dalam pandangannya, Indonesia membutuhkan strategi ketenagalistrikan yang tidak hanya mengejar peningkatan kapasitas terpasang, tetapi juga memastikan listrik mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan industri dan ekonomi daerah.
"Ukuran keberhasilan PLN pada masa depan bukan hanya berapa besar listrik yang mampu diproduksi, tetapi seberapa jauh energi tersebut dapat menciptakan industri baru, membuka lapangan kerja, mengurangi ketimpangan pembangunan, dan memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia," ujarnya.
Tohom juga mendorong pengembangan jaringan transmisi yang mampu menghubungkan wilayah penghasil energi dengan kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi agar potensi energi nasional dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.