Karenanya, Retno meminta Dinas Pendidikan DKI mendorong sekolah untuk membuat SOP kepulangan siswa yang disiapkan dengan baik seperti pengaturan jam pulang siswa.
Hal ini dilakukan agar saat kepulangan tidak terjadi kerumunan.
Baca Juga:
Pemkab Taput Diseminasi Kasus Untuk Percepatan Penurunan Stunting
"Dibuat jeda waktu pulang siswa pada tiap kelas, sehingga tidak berbarengan. Hal ini untuk menghindari penumpukan," ungkap Retno.
Selain itu, Retno juga meminta adanya koordinasi antara sekolah dan orangtua dan masyarakat sekitar sekolah untuk memastikan anak-anak tetap menerapkan protokol kesehatan dan tidak berkumpul seusai jam sekolah.
Mengingat, dalam penerapan PTM 100 persen pada Januari lalu, KPAI menemukan ada sejumlah siswa SMA yang nongkrong di tempat tertentu usai pulang sekolah. Kebetulan, sekolah itu terletak dekat tempat tongkrongan anak-anak muda.
Baca Juga:
Ketidakpahaman Bahaya Konsumsi Gula Berlebih Bisa Picu Potensi PTM di Masa Mendatang
"Perlu ada kerja sama yang baik antara para wali kelas dan para orang tua untuk memastikan anak-anaknya langsung pulang ke rumah usai jam belajar," imbuhnya. [Tio]