WahanaNews NET | Jakarta kembali menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas siswa 100 persen, mengikuti ketentuan dalam SKB 4 Menteri.
PTM 100 persen diterapkan di seluruh jenjang satuan pendidikan.
Baca Juga:
Pemkab Taput Diseminasi Kasus Untuk Percepatan Penurunan Stunting
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti menilai Ibu Kota sudah siap menggelar PTM berkapasitas penuh.
Hal ini dilihat dari capaian vaksinasi COVID-19 yang sudah tinggi.
"DKI Jakarta mampu mencapai angka vakinasi anak usia 6-11 tahun dan 12 sampai 17 tahun dengan capaian di atas 90 persen untuk vakinasi dosis 1 dan dosis 2, sehingga kekebalan komunitas di sekolah bisa terbentuk," kata Retno dalam keterangannya, Senin (4/4/2022).
Baca Juga:
Ketidakpahaman Bahaya Konsumsi Gula Berlebih Bisa Picu Potensi PTM di Masa Mendatang
Retno juga menyebut sekolah di Jakarta pada umumnya sudah punya SOP kedatangan siswa mulai dari pengecekan status vaksinasi, pengukuran suhu badan, penyediaan fasilitas cuci tangan, hingga pengecekan penggunaan masker pada siswa.
Namun, Retno menyatakan sekolah belum memiliki mekanisme kepulangan siswa setelah belajar di sekolah. Padahal, setelah jam pulang sekolah, ada risiko kerumunan yang terjadi, khususnya pada area penjemputan siswa.
"Saat pengawasan KPAI, terjadi penumpukan penjemput ketika pulang sekolah, terutama di jenjang SD. Selain itu, orang tua yang tidak bisa menjemput, memesan ojek online, karena supir ojol tidak tahu anak yang dijemput, maka para supir ojol turun dari motor dan ke pintu gerbang untuk bertanya pada petugas sekolah," urai Retno.