Sementara itu, untuk bisnis, kolaborasi ini akan memperkenalkan solusi yang mendorong adopsi pembayaran digital, membantu bisnis dalam mengelola kehadiran online atau digital, meningkatkan akses ke kredit, serta menyediakan solusi produktivitas bisnis lainnya seperti akuntansi dan manajemen pengeluaran.
President Asia Pacific Mastercard Ari Sarker mengatakan kolaborasi ini dapat menjadi peluang untuk memajukan ekonomi digital yang dapat menjanjikan kesempatan lebih luas bagi banyak orang serta mewujudkan perjalanan menuju ekonomi yang benar-benar inklusif.
Baca Juga:
Ungguli Negara Tetangga, Ekonomi Indonesia Masih Tumbuh di Atas 5 Persen
"Oleh karena itu, Mastercard merasa sangat antusias dapat berkolaborasi dengan Indosat, mitra yang memiliki komitmen sama dengan Mastercard, guna mendukung masyarakat Indonesia menuju masa depan digital, membawa lebih banyak lagi individu dan UKM ke dalam ekosistem digital, dan membantu memajukan pertumbuhan inklusif bagi perekonomian Indonesia," ujarnya.
Selain itu, kemitraan ini juga menegaskan komitmen Mastercard untuk membawa 1 miliar orang dan 50 juta usaha mikro dan kecil ke dalam ekonomi digital secara global pada tahun 2025.
Saat ini, sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia mencatat pertumbuhan yang signifikan dalam nilai ekonomi digital. Pada 2025, diperkirakan nilai ekonomi digital Indonesia akan meningkat dua kali lipat menjadi 130 miliar dolar AS (Rp1.944 triliun) dan terus meningkat menjadi 220 miliar dolar AS (Rp3.290 triliun) hingga 360 miliar dolar AS (Rp5.383 triliun) pada 2030.
Baca Juga:
Tinggal di Negara Kaya, Generasi Z Singapura Malah Keranjingan Pay Later
Pertumbuhan ini sejalan dengan perubahan demografi dan perilaku konsumen di Indonesia yang telah mengalami perubahan drastis dalam beberapa tahun terakhir, terutama dengan adanya penggunaan smartphone yang makin mendorong metode pembayaran digital serta transaksi nontunai.[zbr]