Ketua BSU Pelita Bangsa, Rosmini, mengatakan bantuan dari PLN sangat membantu aktivitas pengolahan sampah yang selama ini masih dilakukan dengan sarana sederhana. “BSU Pelita Bangsa memiliki 10 anggota dan 80 nasabah, serta mengumpulkan sekitar 700 kilogram sampah per bulan untuk kemudian diolah kembali. Dulu kami hanya mengolah sampah dengan sarana prasarana yang sederhana. Kini pekerjaan menjadi lebih ringan, terutama dengan adanya mesin pencacah dan mesin jahit baru dari PLN. Terima kasih banyak,” ujar Rosmini.
Melalui program ini, PLN UIP Sulawesi menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program TJSL yang berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan. Dukungan terhadap BSU Pelita Bangsa diharapkan dapat memperkuat kepedulian lingkungan, mengurangi timbulan sampah, serta mendorong penerapan ekonomi sirkular secara berkelanjutan di Kota Makassar.
Baca Juga:
Pemkab Jeneponto Dukung Legalisasi 69 Tapak Tower SUTT 150 kV Punagaya–Bantaeng
[Amel Silaban]