*Perempuan yang Menjadi Rujukan*
Ida Dwi Fitriyah tidak pernah menyandang gelar formal sebagai penggerak lingkungan. Tidak ada piagam provinsi atau nasional yang terpajang di dinding rumahnya. Namun kepercayaan yang ia peroleh jauh lebih nyata dari sekadar sertifikat: ia menjadi rujukan bagi 80 nasabah dan 10 pengurus lain dalam soal memilah sampah dan membagi hasil; ia dipercaya PLN ES dan Yayasan Filantra sebagai penerima resmi setiap bantuan; ia diundang mewakili komunitasnya di hadapan pemerintah daerah; dan namanya tercatat dalam tiga pemberitaan media lokal yang meliput kiprah Bank Sampah KATA.
Baca Juga:
Dari Sampah Jadi Rupiah, Kisah Ida dan Perjuangan Ibu-Ibu Bank Sampah KATA
Dari seorang ibu rumah tangga yang dulu tidak pernah punya penghasilan formal, Ida kini memimpin transformasi kelompok perempuan Dasawisma di kampungnya menjadi pengelola unit usaha lingkungan yang produktif, mencatat transaksi, mengelola hasil olahan, dan menjadi mitra resmi salah satu perusahaan besar negeri ini.
Kisah Ida adalah bukti sederhana namun kuat: perubahan besar tidak selalu lahir dari rencana besar. Kadang, ia hanya butuh satu orang yang cukup peduli untuk mulai bergerak, dan cukup gigih untuk tidak berhenti.
Narahubung:
Aep Saepudin
Sekretaris Perusahaan
PLN ES
[email protected]
Baca Juga:
Ida Dwi Fitriyah, Ibu Rumah Tangga yang Mengubah Sampah Menjadi Sumber Penghasilan
Sekilas Tentang PLN ES:
_PLN Electricity Services merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Operation & Maintenance pada jaringan Transmisi dan Distribusi Kelistrikan. Didirikan sejak 18 Oktober 2011, PLN ES (ES) beroperasi di wilayah Sumatera, Jawa dan Bali. Dengan visi Menjadi Perusahaan #1 Pilihan Pelanggan untuk Pelayanan Ketenagalistrikan Berkualitas di Indonesia, PLN ES terus berinovasi dengan tetap berpegang teguh pada kaidah tata pengelolaan perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). PLN ES juga mendedikasikan dirinya untuk mendukung capaian Net Zero Emission melalui penyediaan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia._
[Amel Silaban]