Melansir CNET, Jumat, 25 Maret, dengan ramuan selada baru, seorang astronot perlu makan sekitar delapan cangkir selada untuk mendapatkan dosis yang tepat.
"Kami memutuskan untuk menggunakan selada karena selada adalah tanaman yang ditanam di ISS. Ini juga merupakan tanaman yang sangat produktif dalam hal menghasilkan benih, jadi ide kami adalah jika kami membuat tanaman transgenik, satu benih dapat menghasilkan ribuan benih," ujar McDonald.
Baca Juga:
Cangkang Telur Bisa Jadi Pupuk Tanaman, Simak Cara Membuatnya
Tidak seperti pengobatan astronot pada biasanya, selada transgenik ini direkayasa secara sintetis untuk memiliki gen yang berkorelasi dengan sedikit variasi PTH.
"Saya tidak berpikir kita akan dapat melakukan eksplorasi luar angkasa dengan kru manusia tanpa teknologi semacam ini," ungkap seorang ahli kimia di University of California, Kevin Yates.
"Ini bukan hanya selada itu sendiri, itu adalah bagian dari cara berpikir yang lebih luas di mana kami mencoba menggunakan setiap sumber daya yang kami miliki untuk kami, apakah itu di pesawat ruang angkasa atau Bulan atau Mars," imbuhnya.
Baca Juga:
Demi Gaya Hidup, Mahasiswi Magang di Bank Kuras Uang Nasabah Rp52 Juta
Tak hanya untuk astronot, para ilmuwan menekankan bahwa penemuan mereka dapat diberikan kepada siapa saja yang cenderung mengalami pengeroposan tulang.
Meski demikian, sebelum kita sampai pada titik itu, para ilmuwan harus terlebih dahulu melakukan banyak tes lain, seperti penelitian pada hewan, uji klinis, pengoptimalan obat, dan bahkan melihat bagaimana tanaman tumbuh di lingkungan seperti ruang angkasa.
Faktanya, itu belum dicicipi oleh manusia karena rintangan ilmu klinis itu. [Tio]