Di Bumi, tubuh manusia menjaga keseimbangan antara memecah mineral di tulang kita dan memperbaiki berbagai hal untuk memastikan selalu mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.
Namun, dalam gayaberat mikro, persamaan ini kehilangan harmoninya.
Baca Juga:
Kapolda Jambi Silaturahmi dengan Pengurus Gereja GBKP dan GKPS di Kota Jambi
Kerusakan mineral tulang masih terjadi, tetapi perbaikan selanjutnya tidak dapat mengikuti, yang menyebabkan hilangnya kepadatan tulang secara keseluruhan.
Untuk mengatasi pengeroposan tulang seperti itu di luar angkasa, astronot harus sering berolahraga di pesawat ruang angkasa mereka.
Misalnya saat di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), mereka memiliki sepeda, treadmill, dan alat angkat beban khusus.
Baca Juga:
Tulang Bisa Cepat Rapuh Kalau Abai, Ini Makanan yang Bikin Tetap Kuat Sampai Tua
Sayangnya dalam studi baru, para ilmuwan mencatat belum ada cukup bukti untuk mendukung jika melakukan olahraga cukup dapat mencegah pengurangan kepadatan tulang.
Itu sebabnya penjelajah ruang angkasa juga membawa jarum suntik obat yang mengandung apa yang disebut hormon paratiroid manusia, atau PTH, dalam campurannya.
Pada dasarnya, PTH membantu merangsang pembentukan tulang tetapi terapi ini memiliki kelemahannya sendiri.