WahanaNews-NET | Bank Indonesia (BI) kembali meraih penghargaan regulator terbaik di Asia Pasifik 2023 (The Best Macroeconomic Regulator in Asia Pacific) dari The Asian Bankers, majalah ekonomi di Asia, setelah sebelumnya diperoleh pada tahun 2020.
Dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyampaikan apresiasi atas penghargaan ini dan memandang penghargaan sebagai bentuk pengakuan dunia internasional terhadap terjaganya kinerja ekonomi Indonesia.
Baca Juga:
Aksi Investor Borong SBN Picu Penguatan Rupiah ke Rp14.836 Per Dolar AS
Penghargaan tersebut juga menjadi pengakuan dunia atas kuatnya sinergi bauran kebijakan BI dan bauran kebijakan ekonomi nasional dalam memperkuat ketahanan, mempercepat pemulihan, serta mendorong kebangkitan ekonomi nasional.
Penghargaan tersebut disampaikan pada acara Leadership Achievement Awards Ceremony di Bangkok, Thailand, Selasa (13/6). Penghargaan ini merupakan penghargaan keempat dari The Asian Banker kepada Bank Indonesia berturut-turut sejak 2020.
The Asian Bankers, dalam penilaiannya, memandang BI menunjukkan keunggulan dalam mengelola perekonomian sehingga berhasil menjaga stabilitas makroekonomi Indonesia di tengah kondisi ketidakpastian global yang tinggi.
Baca Juga:
Karena Pertimbangan Ini, Pemerintah Resmi Terbitkan SBN Valas di Awal Tahun
Tiga aspek utama menjadi pertimbangan keputusan The Asian Bankers. Pertama, konsistensi BI menempuh bauran kebijakan moneter yang didukung oleh sinergi dan koordinasi kebijakan dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mampu menjaga stabilitas dan mendukung pemulihan ekonomi.
Dengan koordinasi tersebut, inflasi dapat lebih rendah dari perkiraan pasar dan pertumbuhan ekonomi dengan cepat dapat kembali ke lintasan sebelum pandemi.
Aspek kedua, yakni BI secara konsisten juga menempuh kebijakan moneter yang front loaded, pre-emptive, dan forward looking, sehingga dapat menurunkan ekspektasi inflasi dan mendorong inflasi inti kembali ke dalam kisaran 2 persen sampai 4 persen.