"Kami terkejut menemukan pabrik yang cukup canggih di sini untuk membuat anggur dengan jumlah untuk kebutuhan komersial," demikian keterangan kepala ekskavasi, Elie Haddad, Liat Nadav-Ziv, dan Jon Selogman, dikutip dari Times of Israel.
"Lebih jauh lagi, detail dekoratif yang berbentuk keong yang menghiasi tempat pemerasan anggir, menunjukkan kekayaan luar biasa pemilik pabrik," lanjutnya.
Baca Juga:
Israel Menolak Serahkan Masjid Ibrahimi, Tutup Semua Akses untuk Idulfitri
Arkeolog kemudian mengkalkulasi produksi anggur di sana pada masa itu bisa sekira dua juta liter per tahun.
"Perlu kita ingat pula bahwa proses itu dilakukan secara manual," tutur para arkeolog itu.
Kebiasaan meminum anggur jadi kebutuhan sehari-hari bagi orang dewasa maupun anak-anak karena air yang kurang steril pada zaman itu.
Baca Juga:
Serangan Udara Israel di Gaza Makin Brutal, Korban Sipil dan Jurnalis Berjatuhan
Setiap pusat pemerasan anggur masing-masing memiliki luas hingga 225 meter persegi.
Sementara lantai pemerasan dibuat rata pemerasan anggur dengan cara diinjak-injak kaki.
Terdapat pula sejumlah wadah dan tong untuk menyimpan dan melakukan fermentasi angggur-anggur itu. [nik]