Temuannya muncul dalam edisi terbaru Tel Aviv University Sonia dan Seri Monografi Institut Arkeologi Marco Nadler.
Menurut catatan sejarah, pertempuran pecah ketika pasukan Saladin menyerang barisan belakang musuh. Meskipun Richard telah memberi perintah untuk menarik mundur dari tentara Muslim, beberapa pasukan memecah barisan dan meluncurkan serangan secara prematur.
Baca Juga:
Israel Menolak Serahkan Masjid Ibrahimi, Tutup Semua Akses untuk Idulfitri
Untuk mencari tahu di mana lokasi Perang Salib, Lewis menjelajahi teks abad pertengahan, peta, dan foto udara, dengan harapan bisa membayangkan seperti apa pertempuran itu terjadi.
Ia juga menganalisis jam pada siang hari yang tersedia, sudut matahari dan kondisi cuaca lokal pada saat pertempuran.
Lewis menyimpulkan bahwa titik lokasi Perang Salib berkumpul di Dataran Sharon, yang merupakan bagian tengah dari dataran pantai Israel.
Baca Juga:
Serangan Udara Israel di Gaza Makin Brutal, Korban Sipil dan Jurnalis Berjatuhan
Sebuah survei arkeologi awal juga tampaknya menguatkan lokasi yang diusulkan, lantaran didapati artefak abad pertengahan termasuk panah, paku tapal kuda dan pecahan besi yang bisa menjadi baju besi.
"Akhirnya saya percaya bahwa salah satu alasan mengapa pertempuran terjadi di tempat tertentu yang saya identifikasi adalah karena Saladin tidak percaya bahwa Richard sedang berbaris menuju Jaffa tetapi pada saat itu dia dan pasukannya akan berbelok ke pedalaman ke arah Yerusalem," ujar Lewis seperti dikutip Haaretz.
Adrian Boas, seorang arkeolog di Universitas Haifa yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan bahwa penelitian itu memberi kita gambaran yang cukup masuk akal tentang di mana terjadinya pertempuran itu.