Melalui PT Accenture Indonesia, Siemens akan merancang solusi transformasi digital end-to-end dengan mengintegrasikan Operational Technology atau OT, Information Technology atau IT, dan kecerdasan buatan.
Integrasi tersebut membuka peluang pengelolaan pembangkit, transmisi, dan distribusi listrik berbasis data real-time agar operasional energi berjalan lebih efisien.
Baca Juga:
Apple Akui Tak Mampu Tahan Biaya Memori, Harga Produk Dipastikan Naik
Di sektor energi, pemanfaatan data real-time juga dinilai dapat membantu menekan losses dan memperkuat kemampuan sistem dalam merespons kebutuhan beban listrik.
Bersama Telkomsel, Siemens mendorong digitalisasi enterprise melalui pemanfaatan Internet of Things atau IoT dan analitik data canggih.
Dalam sektor ketenagalistrikan, teknologi itu dapat digunakan untuk mendukung smart grid, memprediksi beban puncak, serta mendeteksi gangguan jaringan secara lebih cepat.
Baca Juga:
Yayasan Kisah Nyata Adukan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polres Dairi
Pemanfaatan IoT dan analitik data juga diharapkan membuat operasional semakin efisien karena pengambilan keputusan dapat dilakukan berdasarkan data yang lebih akurat.
Selain mendorong digitalisasi industri dan energi, Siemens juga memperkuat komitmen terhadap pengembangan talenta melalui dukungan perangkat lunak bagi perguruan tinggi.
Sebanyak tujuh universitas menerima hibah perangkat lunak PSS SINCAL senilai Rp100 juta untuk kebutuhan simulasi sistem tenaga kelistrikan.