Selama bertahun-tahun, Otoniel berhasil bertahan dari kampanye pemusnahan Klan Teluk.
Perlawanannya terhadap pihak berwenang makin melegendakan namanya sebagai bandit kelas kakap yang diceritakan oleh otoritas Kolombia diduga terlibat dalam pelecehan seksual banyak wanita di bawah umur.
Baca Juga:
Polisi Baku Tembak dengan Bandar Sabu di Asahan, Pelaku Berhasil Kabur
Pada 2017, Otoniel sempat menunjukkan wajahnya untuk pertama kalinya saat Paus Fransiskus berkunjung ke Kolombia. Dia bahkan menerbitkan sebuah video di mana ia bersedia meletakkan senjata dan melakukan proses perundingan dengan pemerintah Kolombia.
Pemerintah Kolombia membalas tawaran Otoniel dengan mengerahkan 1.000 tentara untuk memburunya. Kini Otoniel yang diburu bertahun berhasil ditangkap.
"Ini adalah pukulan telak bagi perdagangan narkoba di negara kita pada abad ini," kata Presiden Kolombia, Ivan Duque dalam sebuah pesan seperti dilansir AFP, Minggu (24/10/2021).
Baca Juga:
Eks TNI AL Chandra Jadi Tersangka Narkoba di Asahan, Polisi Dalami Kasus Senpi
Ivan Duque menambahkan bahwa penangkapan itu "sebanding dengan jatuhnya Pablo Escobar," gembong penyelundupan narkoba Kolombia yang terkenal.
Untuk menangkap buronan berusia 50 tahun itu, dikerahkan sekitar 500 tentara bantuan dari AS dan Inggris dan didukung oleh 22 helikopter di wilayah Necocli. Dalam operasi penangkapan tersebut, 1 petugas kepolisian Kolombia tewas. [nik]