“Setiap rupiah yang bisa dihemat dari biaya pengolahan adalah tambahan pendapatan bagi keluarga petani. Kami ingin manfaat ini terus terasa, tidak hanya pada musim panen kali ini, tetapi juga pada musim-musim berikutnya,” tambah Susiana.
Manfaat program juga menjangkau kelompok yang lebih luas. Program ini ikut mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dhuafa sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan bagi lembaga sosial.
Baca Juga:
Pengakuan atas Dedikasi, PLN ES Raih Predikat Excellence in Infrastructure Reliability Management
Direktur Program Yatim Mandiri, Ainul Mahbub, menilai kolaborasi dengan PLN ES telah membawa perubahan yang dirasakan langsung oleh petani.
“Dua musim panen ini menunjukkan bahwa dukungan alsintan berbasis listrik benar-benar membantu petani menjaga kualitas gabah sekaligus menekan biaya pengolahan. Kami berterima kasih kepada PLN ES dan berharap kolaborasi ini terus berlanjut agar manfaatnya semakin luas,” kata Ainul.
Melalui Electrifying Agriculture, PLN ES menegaskan perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus menghadirkan energi listrik sebagai penggerak ekonomi desa untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga:
PLN ES Raih Nusantara Electrification Award 2026 atas Keunggulan Pengelolaan Keandalan Infrastruktur
Narahubung:
Aep Saepudin
Sekretaris Perusahaan
PLN ES
[email protected]
Sekilas Tentang PLN ES:
_PLN Electricity Services merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Operation & Maintenance pada jaringan Transmisi dan Distribusi Kelistrikan. Didirikan sejak 18 Oktober 2011, PLN ES (ES) beroperasi di wilayah Sumatera, Jawa dan Bali. Dengan visi Menjadi Perusahaan #1 Pilihan Pelanggan untuk Pelayanan Ketenagalistrikan Berkualitas di Indonesia, PLN ES terus berinovasi dengan tetap berpegang teguh pada kaidah tata pengelolaan perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). PLN ES juga mendedikasikan dirinya untuk mendukung capaian Net Zero Emission melalui penyediaan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia._
[Effriani Simamora]