AS menyebut serangan itu sebagai tindakan terorisme.
"Kami lega mengetahui bahwa perdana menteri tidak terluka. Tindakan terorisme yang nyata ini, yang kami kutuk keras, diarahkan ke jantung negara bagian Irak," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price.
Baca Juga:
19 Pekerja dari Irak-UEA Berhasil Dipulangkan Pertamina ke Tanah Air
Price menyatakan, AS sudah menawarkan bantuan kepada Irak untuk menyelidiki serangan ini.
Kejadian ini beriringan dengan protes yang dilayangkan masyarakat Irak atas hasil Pemilihan Umum (Pemilu) bulan lalu.
Pendemo merupakan kalangan yang pro terhadap kelompok militan bersenjata di Irak karena mereka banyak kehilangan kedudukan di parlemen. Seperti dilansir dari WahanaNews.co, Minggu (07/11/2021).
Baca Juga:
Irak Pangkas Produksi Minyak Usai Iran Tutup Selat Hormuz
Mereka menyebut Pemilu Oktober lalu sebagai penyimpangan.
Dalam beberapa tahun terakhir kelompok militan bersenjata Irak menguasai sebagian besar parlemen dan pemerintahan, sehingga pemilu tahun ini dianggap curang. [nik]