WAHANANEWS.NET, JAKARTA — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi melalui PLN Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Utara berhasil mempercepat penguatan sistem kelistrikan di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, melalui pengoperasian Satu Bay Transformator Tenaga 150/20 kV berkapasitas 30 Mega Volt Ampere (MVA) Unit 2 di Gardu Induk (GI) 150 kV Marisa, Senin (31/8).
Transformator tersebut berhasil diberi tegangan dan dioperasikan sekitar 9 bulan lebih cepat dari target kontrak yang ditetapkan pada 20 Mei 2027. Pengoperasian ini sekaligus menambah kapasitas sistem sebesar 30 MVA untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik di Kabupaten Pohuwato yang diproyeksikan sekitar 8 persen.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi PLN Percepat Trafo GI Marisa 9 Bulan, Keandalan Listrik Pohuwato Makin Kuat
Manager Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Utara, Muhammad Arfah Aboe Kasim, mengatakan penambahan transformator menjadi kebutuhan penting seiring meningkatnya pembebanan pada transformator eksisting di GI Marisa.
“Sejak tahun 2011, GI Marisa hanya mengandalkan satu transformator untuk melayani kebutuhan listrik di wilayah Pohuwato dan sekitarnya. Seiring pertumbuhan kebutuhan listrik, pembebanannya terus meningkat hingga mencapai 96,41 persen pada Oktober 2025. Dengan proyeksi pertumbuhan kebutuhan listrik sekitar 8 persen, penambahan transformator menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan sistem dalam memenuhi kebutuhan listrik ke depan,” ujar Arfah.
Dengan beroperasinya transformator Unit 2, beban sistem di GI Marisa kini dapat terbagi pada dua transformator. Kondisi tersebut memberikan ruang operasi yang lebih baik dan meningkatkan fleksibilitas pengelolaan sistem, sekaligus menurunkan risiko gangguan akibat pembebanan tinggi.
Baca Juga:
Terobosan Pemkab Nias Barat Gandeng PLN, 10 Desa Dialiri Listrik hingga PLTD 10MW akan Dibangun
“Dengan beban yang tidak lagi bertumpu pada satu transformator, PLN memiliki ruang operasi yang lebih baik dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik. Hal ini juga memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan sistem untuk melayani kebutuhan masyarakat maupun pelanggan industri,” jelas Arfah.
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
“Percepatan ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara PLN dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan mempertimbangkan kebutuhan sistem yang semakin mendesak, seluruh proses kami dorong secara terintegrasi dan fokus pada pekerjaan yang berada pada jalur kritis, sehingga transformator dapat segera dioperasikan,” ujar Aditya.