WAHANANEWS.NET, JAKARTA – Memasuki musim kemarau yang identik dengan aktivitas bermain layang-layang, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Garut mengimbau masyarakat untuk tidak menerbangkan layang-layang di sekitar jaringan listrik. Imbauan ini disampaikan guna mencegah potensi kecelakaan sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.
Sebagai langkah preventif, PLN UP3 Garut secara rutin menggelar Operasi Layangan bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa). Kegiatan ini dilakukan melalui patroli di sejumlah titik yang kerap menjadi lokasi bermain layang-layang, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya layang-layang yang tersangkut di jaringan listrik.
Baca Juga:
Special Ticket Ludes Terjual, Pendaftaran Early Bird PLN Electric Run 2026 Dibuka Besok
Manager PLN UP3 Garut, Atikah Dewi Anggreny, mengatakan bermain layang-layang di dekat jaringan listrik dapat membahayakan keselamatan dan berpotensi menyebabkan gangguan pasokan listrik.
"Selain berisiko menyebabkan gangguan pasokan listrik hingga padam, bermain layang-layang di dekat jaringan listrik juga dapat membahayakan keselamatan jiwa, terutama jika menggunakan tali berbahan logam atau mencoba mengambil layang-layang yang tersangkut pada tiang maupun kabel listrik," ujar Atikah.
Ia mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, untuk mengarahkan anak-anak bermain layang-layang di lapangan terbuka yang jauh dari jaringan listrik.
Baca Juga:
YBM dan PLN UP3 Indramayu Salurkan Paket Sembako untuk Dhuafa di Alun-Alun Indramayu
"Kami mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar mengarahkan anak-anak bermain layang-layang di lapangan terbuka yang aman dan tidak berada di sekitar jaringan listrik. Keselamatan masyarakat merupakan prioritas, sekaligus menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan pasokan listrik bagi seluruh pelanggan," tambahnya.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menegaskan bahwa menjaga keandalan pasokan listrik membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.
"Kesadaran masyarakat memiliki peran besar dalam mencegah gangguan kelistrikan. Melalui sinergi PLN bersama Babinsa dan dukungan seluruh masyarakat, kami berharap potensi gangguan akibat layang-layang dapat diminimalkan sehingga layanan kelistrikan tetap andal, aman, dan berkelanjutan," ujar Muhammad Joharifin.
PLN juga mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan pada jaringan listrik melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi petugas PLN terdekat. Dengan kepedulian bersama, masyarakat dapat ikut menjaga keselamatan sekaligus mendukung keandalan pasokan listrik di Kabupaten Garut.
[Effriani Simamora]