WAHANANEWS.NET,JAKARTA – PT PLN Electricity Services (PLN ES) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Arlisco Elektrika Perkasa di Tangerang, Selasa (13/10). Penandatanganan ini menjadi langkah awal kedua perusahaan untuk menjajaki peluang sinergi di bidang infrastruktur ketenagalistrikan.
Acara dihadiri jajaran direksi PT Arlisco Elektrika Perkasa, yakni Direktur Utama Tikno Sunjoto Handoko, Direktur Sales Salim, Direktur Operasional Arief Irawanto, Direktur HRD & Organisasi Martin Nugroho, dan Direktur Keuangan Linawati Angsana. Dari PLN ES hadir Direktur Utama Susiana Mutia, Vice President Perencanaan Sigit Arimurti, dan Sekretaris Perusahaan Aep Saepudin.
Baca Juga:
Dua Musim Panen, Petani Jatibatur Rasakan Manfaat Mesin Pengolahan Padi Berbasis Listrik
Direktur Utama PLN ES Susiana Mutia menyampaikan apresiasi kepada manajemen PT Arlisco atas kepercayaan dan komitmen untuk membangun sinergi bersama.
"Bagi kami, penandatanganan ini bukan sekadar seremoni atau dokumen kerja sama, tetapi langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih strategis, saling melengkapi, dan memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak," ujarnya.
Kerja sama ini sejalan dengan komitmen PLN ES untuk terus mengembangkan kapabilitas, tidak hanya di aspek operasi dan pemeliharaan, tetapi juga pengembangan solusi, pembangunan infrastruktur, dan pengembangan bisnis yang memberi nilai tambah bagi PLN Group maupun pelanggan.
Baca Juga:
Pengakuan atas Dedikasi, PLN ES Raih Predikat Excellence in Infrastructure Reliability Management
"Kami melihat sinergi ini memiliki potensi yang baik karena masing-masing pihak memiliki kompetensi, pengalaman, sumber daya, dan kapabilitas yang saling melengkapi. Yang ingin kita bangun bukan hanya hubungan antara dua perusahaan, tetapi partnership yang menghasilkan solusi lebih baik, lebih efisien, andal, dan relevan dengan kebutuhan ketenagalistrikan ke depan," kata Susiana.
Ia menegaskan, keberhasilan kerja sama tidak hanya diukur dari jumlah proyek yang dikerjakan bersama. "Yang lebih penting adalah bagaimana setiap kolaborasi menciptakan nilai tambah, memenuhi standar kualitas dan keselamatan, dilakukan secara profesional, serta menjunjung tinggi prinsip _Good Corporate Governance_ dan seluruh ketentuan yang berlaku," tambahnya.
Sebagai langkah awal tindak lanjut MoU, kedua pihak akan melakukan _joint planning_ dan pengkajian bersama. Tahapan ini meliputi identifikasi peluang yang konkret serta kajian aspek teknis dan bisnis secara komprehensif, sebelum diterjemahkan menjadi kerja sama yang nyata dan berkelanjutan.