WAHANANEWS .NET, JAKARTA - PT PLN (Persero) UP3 Cirebon melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Cilimus terus memperkuat keandalan pasokan listrik di Kabupaten Kuningan dengan memasang penghalau binatang pada jaringan tegangan menengah (20 kV) di wilayah Durajaya dan sekitarnya (27/7). Upaya preventif ini dilakukan untuk meminimalkan potensi gangguan eksternal sekaligus memastikan pasokan listrik tetap andal bagi masyarakat.
Pemasangan penghalau binatang menjadi salah satu langkah mitigasi PLN terhadap potensi gangguan yang disebabkan oleh hewan yang melintas atau masuk ke konstruksi jaringan listrik. Berdasarkan pemetaan lapangan, perangkat tersebut dipasang pada titik-titik yang memiliki potensi gangguan sehingga ketahanan jaringan dapat terus ditingkatkan dan risiko gangguan berulang dapat ditekan.
Baca Juga:
Bupati Kuningan Apresiasi Srikandi PLN Perkuat Kesiapsiagaan Warga Hadapi Bencana
Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemeliharaan preventif yang secara konsisten dilakukan PLN. Tidak hanya menangani gangguan ketika terjadi, PLN juga melakukan identifikasi sejak dini terhadap berbagai potensi penyebab gangguan agar kondisi jaringan tetap optimal.
Bagi masyarakat, penguatan infrastruktur ini diharapkan mampu mengurangi risiko padam akibat faktor eksternal sehingga aktivitas rumah tangga, pendidikan, pelayanan publik, hingga kegiatan ekonomi dapat berjalan tanpa terganggu.
Selain melakukan penguatan jaringan, PLN juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keandalan kelistrikan dengan melaporkan berbagai potensi gangguan melalui aplikasi PLN Mobile. Laporan dapat disampaikan apabila masyarakat menemukan pohon yang mendekati jaringan listrik, konstruksi yang berpotensi membahayakan, maupun kondisi kelistrikan yang tidak normal lainnya.
Baca Juga:
PLN Tingkatkan Kualitas Jaringan Listrik Melalui Pemeliharaan Preventif di Kuningan
Manager PLN UP3 Cirebon, Muhammad Ardian, mengatakan kombinasi antara pemeliharaan preventif dan partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan pasokan listrik.
"Kami terus memetakan berbagai potensi penyebab gangguan, termasuk yang berasal dari binatang, kemudian melakukan mitigasi melalui pemasangan penghalau pada titik-titik yang membutuhkan. Di sisi lain, kami mengajak masyarakat menjadi bagian dari upaya menjaga keandalan listrik dengan segera melaporkan kondisi yang berpotensi mengganggu atau membahayakan melalui PLN Mobile. Informasi yang cepat akan membantu petugas melakukan respons dan penanganan dengan lebih optimal," ujar Muhammad Ardian.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menegaskan bahwa menjaga keandalan listrik harus dimulai dari langkah-langkah pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan.
"Keandalan listrik dibangun melalui langkah-langkah preventif yang konsisten. Pemasangan penghalau binatang menjadi salah satu bentuk mitigasi untuk menjaga jaringan 20 kV tetap aman dan andal. Kami juga mendorong masyarakat memanfaatkan PLN Mobile sebagai kanal layanan resmi PLN sehingga setiap laporan terkait kondisi kelistrikan dapat diterima dan ditindaklanjuti dengan cepat," ujar Muhammad Joharifin.
PLN UP3 Cirebon akan terus memperkuat inspeksi dan pemeliharaan jaringan di seluruh wilayah kerjanya. Dukungan masyarakat melalui pelaporan dini di PLN Mobile diharapkan semakin mempercepat penanganan potensi gangguan, sehingga pasokan listrik yang aman, andal, dan berkualitas dapat terus dinikmati masyarakat.
[Effriani Simamora]