WAHANANEWS.NET, Bandung - PT PLN (Persero) Unit induk Distribusi Jawa Barat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan yang mulai melanda wilayah Jawa Barat seperti Bekasi, Kabupaten Bekasi, Bandung, hingga Tasikmalaya.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan listrik tetap andal serta menjaga keselamatan masyarakat dari potensi bahaya kelistrikan akibat cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, maupun banjir.
Baca Juga:
Mengawal Tradisi Seba Baduy, PLN UP3 Banten Selatan Pastikan Listrik Andal
Di Cikarang, Manager PLN UP3 Cikarang, Wiedhyarno Arief Wicaksono menjelaskan bahwa seluruh personel PLN telah disiagakan di lapangan untuk melakukan patroli rutin, pemantauan jaringan, dan penanganan cepat apabila terjadi gangguan.
“Musim hujan sering kali menimbulkan kondisi yang tidak terduga, karena itu kami memastikan petugas selalu siap membantu masyarakat dan menjaga pasokan listrik tetap aman. Keselamatan pelanggan menjadi prioritas kami,” ujar Wiedhyarno.
Selain menyiagakan tim, PLN juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat terjadi genangan air di sekitar rumah. Wiedhyarno menekankan pentingnya langkah-langkah sederhana untuk mencegah risiko sengatan listrik.
Baca Juga:
PLN Dukung Industri Kertas Nasional, IKPP Karawang Dapat Pasokan Listrik 250 MVA
“Jika air mulai masuk rumah, segera matikan aliran listrik dari MCB. Cabut peralatan listrik dari stop kontak dan pindahkan ke tempat yang lebih tinggi. Bila melihat kabel terputus, tiang tumbang, atau kondisi berbahaya lainnya, segera laporkan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123,” jelasnya.
Sebagai langkah pengamanan, PLN akan melakukan penghentian sementara aliran listrik di daerah terdampak banjir dan menyalakannya kembali setelah kondisi benar-benar aman dan jaringan telah diperiksa bersama warga.
Koordinasi juga terus dilakukan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD, Dodi Supriadi, menyampaikan bahwa kerja sama antara PLN dan BPBD sangat penting dalam mempercepat penanganan bencana yang berdampak pada kelistrikan.