WahanaNews NET | Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKS, Netty Prasetiyani mengingatkan pemerintah soal potensi lonjakan kasus Covid-19 saat akhir tahun.
Apalagi, kata Netty, saat ini ada ancaman varian baru Omicron yang sudah ditemukan di beberapa negara.
Baca Juga:
Kerap Disangka Flu Ringan, Ini Tanda-tanda Omicron BA.4-BA.5
“Varian Omicron sudah terdeteksi di Afrika Selatan, Eropa dan Kanada. WHO menyebut varian ini lebih berbahaya karena berpotensi meluas lebih cepat di bandingkan varian-varian lainnya. Kalau kita tidak segera antisipasi, maka besar kemungkinan varian tersebut akan segera tiba di Indonesia,” kata Netty dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu (01/12/2021).
Menurut Netty, Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) telah memberikan informasi bahwa mutasi yang ada dalam varian ini akan membuat virusnya tidak bisa dikekang dengan respons antibodi dari vaksin atau juga kekebalan tubuh bagi yang pernah divaksinasi.
“Oleh karena itu, saya meminta pemerintah mengetatkan penjagaan dan pemeriksaan di pintu-pintu masuk kedatangan khususnya dari luar negeri. Baik via jalur laut, udara, maupun darat," ujar Netty.
Baca Juga:
Presiden Jokowi Minta Waspadai Kasus Omicron B1.4 dan BA.5 di Indonesia
Selain itu, kata dia, pemerintah diminta fokus ke WNA/WNI yang berasal dari negara-negara ditemukannya varian baru. Tingkat testing dan tracing dengan alat yang akurat. "Jangan sampai kita kecolongan lagi sebagaimana varian delta plus beberapa waktu yang lalu,” tegasnya.
Netty juga meminta Inmendagri 62/2021 agar bisa lebih efektif menahan lonjakan kasus saat libur Natal dan Tahun Baru.
“Kenapa Inmendagri ini baru berlaku sejak tanggal 24 Desember? Seharusnya jika mau lebih efektif, Inmendagri ini harusnya berlaku seminggu sebelum dan seminggu sesudah Hari Natal. Penerapan PPKM Level 3 selama dua pekan akan lebih efektif dalam menekan lonjakan kasus,” kata Netty.