WahanaNews-NET | Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkomitmen membentuk ekosistem kekayaan intelektual dengan mengoptimalkan pelindungan hak paten terkait pemanfaatan riset dan inovasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
"Teknologi riset dan inovasi adalah dua sisi keping mata uang yang tidak dapat dipisahkan dan saling terkait satu dengan lainnya, terutama apabila dilindungi dengan kekayaan intelektual," kata Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN Agus Haryono dalam seminar bertajuk Ekosistem Kekayaan Intelektual dalam Pemanfaatan Hasil-Hasil Riset dan Inovasi yang digelar di Gedung BJ Habibie BRIN, Jakarta, Kamis (12/4/23).
Baca Juga:
Pakar BRIN Prediksi Hari Raya Idulfitri Serempak Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025
Jumlah kekayaan intelektual yang kini dimiliki oleh BRIN mencapai 2.389 paten, 352 pencatatan hak cipta, 122 desain industri, 17 perlindungan varietas tanaman, dan 46 merek.
Pada 2022 lalu, BRIN sudah mendaftarkan kembali 400 lebih permohonan paten dan tahun 2023 ini BRIN menargetkan pendaftaran 600 paten baru.
"Kami ingin membuat suatu ekosistem yang memungkinkan kekayaan intelektual yang sudah ada maupun yang sedang dipersiapkan untuk didaftarkan ini bisa sesegera mungkin dimanfaatkan oleh industri dan masyarakat," kata Agus.
Baca Juga:
Waspada Cuaca Ekstrem, Pakar BRIN Ungkap Kemunculan Badai Multisel
Pada 2 Maret 2023 lalu, BRIN telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Bersamaan dengan kegiatan itu juga telah dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN dengan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkum HAM dalam rangka mendorong pemanfaatan kekayaan intelektual domestik untuk peningkatan daya saing industri, peningkatan kapasitas iptek, dan menumbuhkan perekonomian bangsa.
Kebijakan pelindungan kekayaan intelektual sangat diperlukan untuk menggerakkan roda ekosistem kekayaan intelektual melalui upaya kreativitas dan inovasi yang berdampak pada pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.