“Kami dari pemerintah desa mendukung kegiatan ini. Yang penting masyarakat mendapatkan penjelasan yang jelas dan memiliki ruang untuk bertanya, sehingga proses ke depan dapat dipahami dan berjalan dengan baik,” ujar Haeruddin.
Rangkaian sosialisasi dan musyawarah tersebut merupakan bagian dari tahapan pembangunan SUTT 150 kV Pelanggan PT ACN–Bungku di wilayah Bungku. Infrastruktur ini diharapkan dapat mendukung pengembangan sistem ketenagalistrikan di Kabupaten Morowali serta memperkuat pasokan listrik bagi kebutuhan masyarakat dan aktivitas ekonomi daerah.
Baca Juga:
Hadapi Kemarau dan Ancaman Kebakaran, PLN Perkuat Kaltana Kaluku Bodoa Makassar
PLN akan terus melanjutkan koordinasi dan komunikasi dengan masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan di wilayah terdampak. Melalui sosialisasi dan pendekatan terbuka, PLN berharap seluruh tahapan kompensasi lahan dan pembangunan dapat berjalan tertib, lancar, serta sesuai ketentuan yang berlaku.
[Amel Silaban]