Selain itu, Bamsoet menjelaskan KADIN tidak hanya memajukan korporasi, tapi juga terlibat dalam memajukan UMKM. Khususnya dalam mendampingi pelaku UMKM menyongsong era ekonomi digital.
Ia mengungkap pihaknya berupaya menjadikan UMKM tidak hanya mampu bertahan di tengah gempuran sistem ekonomi liberal, namun juga mampu meningkatkan kontribusi terhadap ekonomi Indonesia.
Baca Juga:
MPR Cabut Nama Soeharto dari TAP MPR Nomor 11 Tahun 1998
Menurutnya, jumlah itu lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 4,6% yoy hingga 5,4% yoy. Bahkan, lembaga Fitch Ratings memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 akan meningkat mencapai 6,8% yoy.
Sementara itu, Bamsoet menyebut Morgan Stanley memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,5% pada tahun 2022.
"Karenanya penguatan internal organisasi sangat diperlukan agar optimisme tersebut juga dibarengi dengan aksi nyata. Sehingga berbagai proyeksi tersebut tidak hanya berakhir di atas kertas saja, melainkan bisa benar-benar terwujud," pungkasnya.
Baca Juga:
Terima Ketum dan Pengurus PWI Pusat, Ketua MPR Dorong Peningkatan Kompetensi dan Profesionalitas Wartawan
Sebagai informasi, Rapat Gabungan KADIN yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) turut dihadiri oleh para pengurus KADIN, antara lain Ketua Umum Arsjad Rasjid, Ketua Dewan pertimbangan Anindya Bakrie, Ketua Dewan Usaha Chairul Tanjung, Kepala Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Bambang P.S. Brodjonegoro, dan Kepala Badan Pengembangan Keuangan Digital Pandu Sjahrir. [Tio]