WAHANANEWS.NET, JAKARTA - Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN bersama Srikandi PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya mengajak 20 anak yatim berbelanja perlengkapan sekolah sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan dan masa depan anak-anak.
Anak-anak dari Yayasan Al Ittihad, Kampung Sukamanah, Desa Bojongkunci, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, tersebut diajak memilih sendiri tas dan sepatu sekolah sesuai kebutuhan dan keinginan mereka di salah satu pusat perbelanjaan di Kabupaten Bandung, `.
Baca Juga:
Jutaan Baterai Bekas EV Berpotensi Perkuat Jaringan Listrik, ALPERKLINAS: PLN Bisa Jadi Penggerak Utama
Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional tersebut berlangsung hangat. Anak-anak tampak antusias memilih perlengkapan sekolah yang mereka perlukan. Keceriaan berlanjut saat mereka makan siang bersama pegawai PLN dan Srikandi PLN UP3 Majalaya.
Manager PLN UP3 Majalaya Widodo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN untuk hadir memberikan manfaat bagi masyarakat, tidak hanya melalui penyediaan listrik yang andal, tetapi juga melalui program sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus mendukung semangat belajar anak-anak agar mereka memiliki bekal yang lebih baik untuk meraih cita-citanya. Kami berharap perhatian kecil ini dapat menjadi motivasi bagi mereka untuk terus belajar dan tumbuh menjadi generasi yang membanggakan bangsa,” ujar Widodo.
Baca Juga:
GM PLN UID Jawa Barat Raih Energy Executive Award 2026, Transformasi Layanan Pelanggan Diapresiasi
Program yang diinisiasi YBM PLN dan Srikandi PLN UP3 Majalaya tersebut merupakan bentuk kepedulian PLN sekaligus upaya mendukung pendidikan anak-anak melalui semangat gotong royong.
Melalui kegiatan ini, PLN berharap dukungan sederhana yang diberikan dapat menambah semangat anak-anak dalam belajar dan meraih cita-cita. PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai program sosial yang mendukung terciptanya masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus.
[Effriani Simamora]