WAHANANEWS.NET, JAKARTA - Warga Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, kini memiliki akses air bersih yang lebih baik, khususnya saat musim kemarau. Melalui Program Desa Siaga Bencana “Mitigasi Risiko Kekeringan dan Kebakaran Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) Kaluku Bodoa”, PLN UIP Sulawesi mendukung penyediaan 12 sumur bor dan 17 tandon air yang menjangkau masyarakat di 51 RT.
Dukungan tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat di sejumlah wilayah yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses air. Di RW 02, RW 03, dan RW 04, keberadaan sumur bor membantu memenuhi kebutuhan air sehari-hari, seperti mandi dan mencuci. Sementara itu, di kawasan pesisir RW 05, tandon air membantu menjaga ketersediaan air melalui suplai berkala yang dikoordinasikan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar.
Baca Juga:
Jelang HUT ke-81 RI, PLN UIP Sulawesi Perkuat Desa Siaga Bencana Hadapi Kekeringan di Makassar
Ketua Satgas Kaltana Kaluku Bodoa, Hanna, mengatakan keberadaan sarana air bersih tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama saat menghadapi musim kemarau.
“Alhamdulillah, yang dulunya warga di RW 02, 03, dan 04 susah mendapatkan air, sekarang sudah tidak lagi. Adanya sumur bor sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mencuci dan mandi. Kemudian di daerah pesisir RW 05, sudah ada penampungan air atau tandon yang mendapat bantuan suplai air dari BPBD. Setelah sebelumnya dilakukan bedah sumur, sekarang suplai air juga sudah lancar sehingga kekeringan tidak terlalu terasa,” ujar Hanna.
Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP Sulawesi, Henry Donald Silaen, mengatakan penyediaan sarana air bersih merupakan bagian dari upaya PLN memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko kekeringan.
Baca Juga:
Hadapi Tanggap Darurat Kekeringan, PLN UIP Sulawesi Perkuat Kesiapsiagaan Warga Kaluku Bodoa
“Melalui Program Desa Siaga Bencana, kami berupaya menghadirkan dukungan yang dapat dirasakan dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Keberadaan sumur bor dan tandon air ini diharapkan membantu memenuhi kebutuhan air sehari-hari sekaligus meningkatkan kesiapan masyarakat saat menghadapi musim kemarau,” ujar Donald.
Selain penyediaan sarana air bersih, PLN UIP Sulawesi bersama para pemangku kepentingan turut mendorong peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan mitigasi kekeringan dan kebakaran, kader perempuan siaga bencana, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), evakuasi mandiri, serta edukasi keselamatan kelistrikan rumah tangga dan pencegahan kebakaran.
Melalui Program Desa Siaga Bencana, PLN UIP Sulawesi terus mendukung penguatan Kaltana Kaluku Bodoa agar masyarakat semakin siap dalam mencegah dan merespons risiko bencana. Dukungan sarana air bersih yang menjangkau 51 RT, disertai peningkatan kapasitas masyarakat, diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan sekaligus memperkuat ketangguhan warga menghadapi kekeringan dan kondisi darurat lainnya.
[Amel Silaban]