WAHANANEWS.NET,JAKARTA– Masyarakat yang ingin beralih dari kompor LPG ke kompor induksi kini punya jalan yang lebih mudah. Mulai 27 Oktober 2026, pelanggan PLN dapat mengajukan layanan My eStove melalui aplikasi PLN Mobile: pasang baru atau tambah daya sekaligus mendapatkan kompor induksi dua tungku dalam satu paket. Biaya penyambungan pasang baru hanya Rp1,2 juta dan tambah daya Rp150 ribu, berlaku di wilayah Jawa-Madura-Bali.
Untuk memastikan layanan tersebut berjalan, PT PLN Electricity Services (PLN ES), anak usaha PT PLN (Persero), menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) penyediaan layanan Electric Stove (e-Stove) dengan PT Electrolux Indonesia, PT Kawan Lama Solusi, PT Modena Indonesia, dan PT Robert Bosch. Penandatanganan berlangsung dalam Green Energy Partnership Summit 2026 di Jakarta (22/10), bagian dari rangkaian MoU dan PKS PLN dengan lebih dari empat puluh entitas lintas sektor.
Baca Juga:
Dua Musim Panen, Petani Jatibatur Rasakan Manfaat Mesin Pengolahan Padi Berbasis Listrik
Kerja sama selama dua tahun ini menjamin pelanggan mendapatkan kompor yang memenuhi standar mutu, dipasang sesuai ketentuan keselamatan, serta didukung garansi dan layanan purnajual. Pelanggan cukup berurusan dengan satu pihak, mulai dari survei lokasi hingga penanganan pengaduan.
_Kurangi Ketergantungan pada LPG Impor_
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengapresiasi kolaborasi PLN bersama para mitra dalam mendorong pemanfaatan energi yang lebih efisien, termasuk di tingkat rumah tangga.
Baca Juga:
Pengakuan atas Dedikasi, PLN ES Raih Predikat Excellence in Infrastructure Reliability Management
“Penggunaan kompor listrik ini akan sangat menguntungkan kita di rumah tangga. Kita masih bergantung pada LPG (Liquefied Petroleum Gas), sementara sekitar 80 persen LPG kita impor. Jadi, untuk sektor konsumsi nonsubsidi, kita ingin mengarahkannya ke penggunaan kompor listrik,” kata Eniya.
Dalam keynote speech-nya, Eniya menyebut elektrifikasi sisi permintaan, termasuk kompor induksi, sebagai salah satu strategi menuju Net Zero Emission 2060. Pemerintah juga menargetkan Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM) kompor induksi terbit pada 2026. Uji coba di kantin Gedung EBTKE menunjukkan kompor induksi mudah digunakan dan kecepatannya setara, bahkan sebagian lebih cepat, dibandingkan kompor LPG.
Wakil Direktur Utama PLN, Yusuf Didi Setiarto, mengatakan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan merupakan bagian dari dukungan PLN terhadap agenda Asta Cita Pemerintah, khususnya mewujudkan swasembada energi dan mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.
“Asta Cita menempatkan swasembada energi sebagai salah satu fondasi kemandirian bangsa. PLN menerjemahkan arahan itu menjadi langkah konkret dengan mendorong rumah tangga beralih ke energi listrik, memperluas ekosistem kendaraan listrik, dan membuka akses energi hijau bagi industri. Setiap langkah ini mengurangi ketergantungan kita pada energi impor,” ujar Didi.
“Langkah kolaborasi ini tidak bisa dikerjakan PLN sendirian. Pengembang membangun rumahnya, produsen menyediakan peralatannya, mitra SPKLU memperluas jaringan pengisian, dan PV developer berkolaborasi menyediakan PLTS. Peran PLN adalah memastikan seluruh ekosistem ini terhubung dalam satu jaringan yang andal,” tegasnya.
_Dari Penyedia Listrik Menjadi Mitra Solusi Energi_
Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy, menjelaskan bahwa PLN terus bertransformasi dari penyedia tenaga listrik menjadi mitra solusi energi yang menghadirkan layanan terintegrasi, dari hunian hingga kawasan industri. My eStove menjadi salah satu wujud transformasi tersebut di sektor rumah tangga.
“PLN sedang bertransformasi dari electricity provider menjadi energy solutions partner. Kami tidak hanya menjual kilowatt-jam, tetapi menghadirkan solusi energi yang terintegrasi, dari rumah, jalan raya, atap gedung, hingga kawasan industri,” ujar Rozy.
“Yang kami tanda tangani hari ini harus segera terasa manfaatnya di lapangan, di rumah-rumah pelanggan, di jalan raya, dan di atap-atap gedung. Semua ini kami hadirkan bersama mitra untuk solusi yang utuh bagi pelanggan,” tambahnya.
_PLN ES Kawal Layanan dari Survei hingga Purnajual_
Direktur Utama PLN Electricity Services, Susiana Mutia, menjelaskan bahwa PLN ES ditugaskan sebagai orkestrator sekaligus pelaksana My eStove secara menyeluruh, agar pelanggan mendapatkan layanan yang utuh dalam satu pintu.
“Transformasi PLN menjadi mitra solusi energi kami terjemahkan langsung di rumah pelanggan. Untuk My eStove, PLN ES bertanggung jawab penuh: mulai dari survei kesiapan instalasi, pengiriman dan pemasangan kompor sesuai standar keselamatan, hingga penanganan pengaduan purnajual. Pelanggan cukup berurusan dengan satu pihak,” ujar Susiana.
“Kerja sama dengan Electrolux, Kawan Lama Solusi, Modena, dan Bosch memberi kepastian pasokan, standar mutu, garansi, serta dukungan teknis dan suku cadang. Kami siap melayani pelanggan mulai 27 Oktober 2026 dan memperluas jangkauan My eStove ke lebih banyak rumah tangga,” tambahnya.
My eStove merupakan satu dari empat solusi utama yang diperkenalkan PLN dalam Green Energy Partnership Summit 2026, bersama Eco Grid Living untuk hunian full-electric, pengembangan ekosistem kendaraan listrik, serta Solar as a Total Solution untuk PLTS atap.
Narahubung:
Aep Saepudin
Sekretaris Perusahaan
PLN ES
[email protected]
Sekilas Tentang PLN ES:
_PLN Electricity Services merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Operation & Maintenance pada jaringan Transmisi dan Distribusi Kelistrikan. Didirikan sejak 18 Oktober 2011, PLN ES (ES) beroperasi di wilayah Sumatera, Jawa dan Bali. Dengan visi Menjadi Perusahaan #1 Pilihan Pelanggan untuk Pelayanan Ketenagalistrikan Berkualitas di Indonesia, PLN ES terus berinovasi dengan tetap berpegang teguh pada kaidah tata pengelolaan perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). PLN ES juga mendedikasikan dirinya untuk mendukung capaian Net Zero Emission melalui penyediaan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia._
[Amel Silaban]